Mengejar impian atau hasrat?

Ada teman saya yang sangat menghindari acara pertemuan atau sekadar reuni. Alasannya sederhana, karena dia malu tidak memiliki suatu rencana hidup di kehidupan yang singkat ini. Beruntunglah teman-temannya yang setelah lulus di bangku kuliah bisa menentukan apa yang mereka mau untuk kehidupan mereka sendiri. Impian yang dulu sempat tersemburat terang, serta-merta hilang bak di telan bumi.

Sebenarnya kebimbangan muncul karena mereka melihat orang lain lebih berhasil dibandingkan diri mereka sendiri.  Tak ayal hasrat untuk “mengejar” pun muncul. Sayangnya tidak diimbangi dengan batasan nyata antara bayang-bayang impian yang bisa diwujudnyatakan atau sekadar hasrat.

Hasrat yang terlalu kuat kadang bisa membendung impian sendiri. Kita selalu dibutakan dengan ukuran keberhasilan menurut orang lain. Tidak pernah terpikir bahwa keberhasilan bisa diatur sedemikian rupa oleh diri kita sendiri. Bukankah yang tahu kebahagian atau impian itu hanya pribadi masing-masing? Orang lain, bahkan orang terdekat, juga tidak akan pernah mengetahui apa yang sebenarnya kita mau di lubuk hati terdalam.

Ada pandangan lain?

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s